Zona untuk mengenalku, Zona Dakwahku

Sabtu, 07 Juni 2014

Mahasiswa dan “Hewan-hewan” di sekelilingnya


Oleh Mumtaazun Fadli

“Asu Kowe! Celeng tenan Kowe! Jangkrik! Djancuk!”.
Apa yang kita rasakan jika mendengar perkataan-perkataan seperti di atas? Bagaimana pula jika perkataan-perkataan ini dilontarkan oleh seorang mahasiswa? Bahkan mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri Islam? Sudah barang tentu respon yang datang adalah ungkapan “Mahasiswa macam apa, perkataaanya kotor dan tidak sopan!”
Mahasiswa sudah sepatutnya mengedepankan pikiran dan hatinya ketika hendak bertindak dan berkata. Mulai dari kelakuan, pergaulan dengan orang lain dan apa yang dibicarakan haruslah menunjukkan bahwa ia adalah insan yang memiliki wawasan intelektual dan menjadi teladan bagi masyarakat. Hal ini dikarenakan di Perguruan Tinggi mahasiswa mendapatkan berbagai ilmu baru yang belum didapatkan di tingkat pendidikan sebelumnya. Oleh karena itu, haruslah ada yang membedakan antara mahasiswa dengan pemuda seumuran lainya. Baik dari intelektualitasnya, perilakunya, gaya berbicaranya, dan lain sebagainya. Namun di sisi lain, sebagai agent of change,  justru masih kerap ditemukan hal-hal yang sangat tidak pantas ada pada diri kaum terpelajar ini. Berkata kotor, jorok, sumpah serapah, dan perkataan lain yang pada intinya adalah sebuah umpatan masih menjadi penghias dalam perkataan keseharian mereka. Sebuah umpatan memang menjadi sebuah bahasa tersendiri dalam berkomunikasi yang kerap ditunjukkan untuk megungkapkan ekspresi tertentu. Kekesalan, kekecewaan atau bahkan kemarahan sering menjadi pemicu kenapa seseorang bisa mengeluarkan kata-kata kotor.
Sering sekali kita melihat tayangan berita di televisi, para pelajar di Indonesia melakukan aksi tawuran. Salah satu pemicu utamanya adalah mungkin akibbat olok-lokan, saling mengumpat, yang intinya adalah perang mulut. Hal serupa juga terjadi di kalangan mahasiswa. Meskipun sudah menjadi mahasiswa, tidak lantas tradisi tawuran bisa hilang begitu saja. Banyak pula kerusuhan yang terjadi di kalangan mahasiswa, akhirnya bentrok pun kerap menjadi sajian penutup di dalam aksi turun jalan para mahasiswa.
Dalam sebuah jurnal penelitian dijelaskan, kata umpatan merupakan salah satu bentuk dari kata afektif, yakni suatu kata yang selalu berhubungan dengan penuturannya dan apabila dilafalkan akan mengandung nilai rasa, emosi dengan cara melampiaskan perasaan dalam bentuk ucapan atau ujaran. Pelampiasan perasaan ini bisa dilontarkan kepada orang lain atau kepada dirinya sendiri.[1]
Di masyarakat kita ini, benyak jenis umpatan yang bermunculan. Dan jenis kata umpatan yang paling sering dilafalkan adalah dengan memakai nama-nama hewan. Salah satunya kata “Anjing” atau masyarakat Jawa menyebutnya dengan Asu, babi atau celeng adalah dua hewan yang menjadi trendmark dalam umpatan keseharian. Namun di luar itu, masih banyak kata-kata kotor nan jorok yang kerap dijadikan umpatan.
Anjing dan celeng adalah binatang yang menurut agama Islam adalah binatang yang haram untuk dikonsumsi. Kita juga pasti akan merasa jijik dengan gaya hidup seekor anjing dan celeng yang serba jorok. Bahkan air liur hewan-hewan ini saja sudah dihukumi najis paling berat. Jadi dengan semua hal menjijikan yang ada pada hewan-hewan tersebut apakah pantas dilontarkan kepada orang lain? Tentulah jika ada kejadian seseorang mengumpat di depan orang lain dengan kata anjing atau celeng, pasti akan menimbulkan respon yang tidak baik. Perkelahian dan permusuhan bisa saja terjadi setelahnya.
            Kata-kata umpatan ini biasanya diucapkan oleh masyarakat yang tidak berpendidikan atau masyarakat yang berpendidikan rendah serta tidak memiliki pengetahuan terhadap agama. Sebab setiap instansi pendidikan pasti mendidik siswanya untuk berkata baik dan sopan. Begitu pula dengan agama, pasti mengajarkan kepada umatnya untuk berlaku baik dan menjaga lisan agar tidak menyakiti orang lain. Mahasiswa sebagai manusia berintelektual progresif yang nantinya juga akan melanjutkan estafet dalam mendidik generasi selanjutnya, pantaskah jika dalam perkataanya banyak mengandung umpatan kotor?  
             





[1] Rachmad Rizky Putra. 2013. Bentuk Dan Fungsi Kata Umpatan Pada Komunikasi Informal Di Kalangan Sma Negeri 3 Surabaya:Kajian Sosiolinguistik. Jurnal Skriptorium UNAIR Surabaya.

Minggu, 05 Mei 2013

Siap LDR ??

LDR, bagi sebagian orang mungkin kata ini sudah tidak asing lagi di telinga mereka. LDR jika diartikan panjang adalah sebuah jenis hubungan sepasang kekasih, atau mungkin juga Pasutri, dalam kondisi yang terpisah ruang, bisa beda kota, beda Pulau, atau bahkan beda negara. Dengan kata lain Hubungan Jarak Jauh.
LDR bukanlah sebuah musibah atau kecacatan dalam hubungan asmara. Namun, LDR bisa jadi merupakan sebuah resiko dalam sebuah hubungan yang harus di terima oleh siapa saja. Ya, siapa saja. Karena kemungkinan makhluk ini bisa menimpa siapa saja tanpa pandang bulu. Hanya mungkin berbeda motiv LDR yang menimpa satu dengan yang lainnya. Seperti, Sebab LDR, Lama LDR, dan Jauh-dekatnya LDR.
LDR bisa menimpa siapa saja dan dimana saja. Dari yang masih Pacaran, sudah bertunangan, atau bahkan yang sudah menikah. Dan masing-masing mempunyai kekhususan tersendiri.

Hubungan Long Distance Relationship memiliki keuntungan dan ketidakuntungan tersendiri. selain itu juga memiliki tingkat resiko yang cukup tinggi karena intensitas pertemuan yang jarang.mungkin diera globalisasi teknologi dengan berkembangnya teknologi, LDR tidak terlalu menyulitkaN dalam hubungan. Namun, siapa yang tau?

Suci, sebagai seorang mahasiswi yang mengalami LDR berbeda Pulau dengan pacarnya kurang lebih selama hampir 1 tahun. sedikit menceriakan kisahnya,
LDR kata dia ada enaknya dan ada juga tidak enaknya. Senengnya tiap hari bisa SMS, telpon, Chating.
Tapi dia merasa lebih banyak tidak enaknya. Ketika dia sedang sibuk dan tidak bisa langsung membalas SMS, Pacarnya seringkali menyangka bahwa Dia punya pacar lain, Kata pacarnya Dia dikira tidak peduli, dan tidak sayang lagi. Dan ketika melihat teman yang lain mendapat kejutan, hadiah, ucapan langsung dari pacar di hari Ulang Tahunnya, Dia merasa iri sekali. Karena dia hanya mendapat Ucapan Ulang Tahun via SMS / telp.

Lain lagi ceritanya dengan Ifah yang statusnya telah lulus kuliah dan menjalin Hubungan dengan pasangnya yang hanya terpisah Purwokerto- bandung. Dia bercerita bahwa dalam LDR, yang harus dijaga adalah saling Mengerti dan memahami. Rasa Kangen dan Ingin bertemu seringkali menghinggapinya.  namun, ada sisi positif dari LDR yang di ungkapkan Ifah, katanya LDR mengurangi perbuatan maksiat. jadi, semakin jarang bertemu semakin sedikit maksiat. :)
Disatu sisi, Ifah juga seringkali mendengar kabar miring dari orang-orang tentang kekasihnya itu. namun, Ifah selalu berpikiran Positif untuk tetap mempertahankan hubungannya, Karena Ifah sudah menunggu peresmian hubungan mereka dalam pernikahan.

Ketika LDR menimpa hubungan Suami Istri, ini akan lain lagi ceritanya. hal ini diungakapkan oleh Yuni, wanita yang belum lama menikah dan kemudian ditinggal suaminya bekerja di Jakarta.
"Saya sedang menikmati masa-masa ini, masa pacaran setelah menikah. Aktifitas LDR saya cuma SMS, Telpon, Kasih Kabar dan yang penting tidak mengganggu aktifitas masing-masinng, karena saya masih kuliah, dan suami saya bekerja." jelasnya.
"Dan dengan hubungan seperti ini saya malah merasa seperti pengantin baru terus selamanya." Tambahnya.
Dan jika bicara mengenai resiko, Yuni berujar bahwa Menikah itu tidak akan pernah menimbulkan Resiko, justru malah sebagai solusi. Dari awal mereka mengaku sudah siap dengan LDR dan resikonya.

Jadi, Siap LDR??!

Selasa, 06 November 2012

My Dreams Job

There's a reason why I finally decided to go to college in the Department of Communication Broadcasting Islam. The reason is simple, with a lecture here, I will be able to realize my dream. Well, that's my simple thoughts.

Talk about a dream job, or ideals, I have a lot of goals. But in general my dream job is to be an expert in IT. Well, to be IT experts such as Roy Suryo, you must have known him?
Maybe the job is not practical work, but that was on my mind was really fun thing when I was invited to be a instructor or tentor in a seminar, then a guest speaker for various media. or later I will have the skills agency, or even a vocational school IT. The point is to share the knowledge I have.
In particular, one is my goal, to be the general an Islamic magazine. Well .. my principle goals is to share knowledge. Whether it's the science of the world or the hereafter. Departing from one of the activities I was reading a magazine, makes me want to create and publish a magazine with my own abilities. I also want to make a media propaganda mejalah me, where people are knowledgeable in Indonesia, to share knowledge and various information about Islam to people. The term arab says "doing good and avoiding evil".
To realize that goal, I think I must be diligent to learn about the science of business, science journalists, and so on. because of that, I tried to merge into obsession to get it.
Hopefully someday I can boast of my parents with this. Which parent would not support a human child as best man?
Because, the best of men, he who can benefit others.

Kamis, 09 Februari 2012

Aku terlahir tanpa seorang ayah




Ketika itu...“Aku terlahir tanpa sorang Ayah”.
Sebuah sejarah yang tak mungkin terlupa begitu saja.
Sebuah kenyataan getir yang baru kali ini aku ungkap.

Hemm... ...“Aku terlahir tanpa sorang Ayah”. Tanpa bisikan adzan darinya, untuk pertama kali aku dilahirkan didunia.Bukan ayahku telah tiada. Hanya waktu itu Ayah sedang dinas di Kota. Ceritanya. Aku sih percaya saja, mau gak percaya wong aku gak ada bukti outentik juga. Boro-boro inget juga.
Lalu, siapa yang membisikan adzan pas aku bayi dulu yah? Ini yang sampai sekarang ini belum sempat aku tanyakan ke ibu/ayahku. Sebenarnya gak terlalu jadi masalah juga sih, tapi sekedar ingin tahu saja. Toh aku sudah menjadi sosok remaja 20 tahun sekarang.
Hemm..mungkin aku terlalu “lebay” kalo harus mempermasalahkan hal ini. Ya sudahlah..tak usah kupikirkan dalam-dalam hal ini.
Tapi, kalo disangkut pautkan dengan apa-nya aku sekarang, mungkin ada pengaruhnya juga. Misal, aku-nya yang pas kecil tidak dekat dengan ayah, atau aku yang sampai saat ini belum berani untuk Adzan di Masjid/mushola..(kalo ini sih masalah mental yah.) :D

Sabtu, 28 Januari 2012

Terima Kasih Nyamuk

"Terima Kasih Nyamuk..!!"

Aku rasa tak ada salahnya dan memang ada benarnya juga aku megucap terima kasih untuk sobat kecil pengiring malam-malam sepiku. Berkat mereka, Aku yang paling susah - Karena belum membiasakan diri - bangun malam, malam ini Aku tersadar dari jiwa yang mengais mimpi.

Ku Semangati diri tuk berdiri berjalan menuju petilasan, meski suara binatang malam yang suaranya sangat stereo tepat disamping kamar. Rasa takut masih saja belum pergi tertinggall seiring kedewasaa. Sebenarnya apa sih yang aku takutkan? Aku sampai bingung sendiri.

Kurajut Do'aku. Kurangkai Kata-manis curhatan hati untuk-Nya, ku pasrahkan masalahku pada-Nya, ku renungkan Kebesaran-Nya supaya hati bertambah iman.



Minggu, 13 November 2011

Cita-Cinta-Cerita

Cita-cita, Asa, Keinginan, Motivasi, Semangat, Mimpi..sungguh istilah Psikologi yang sampai saat ini masih belum saja merasuk ke dalam diriku. Jangan tanya kenapa, aku saja bingung memikirkan hal yang satu itu. Ada lagi “Keep Ur Dream”, “ Keep Spirit..!!”, “Go Fight”..yang sering kali dilantunkan secara tegas - oleh para trainer-trainer - sambil mengacungkan genggaman ke atas.
Soal cita-cita? Aku punya. Tapi.. aku belum bisa secara lantang menyebutkanya. Faktor ragu mungkin, ragu pada diri sendiri, ragu apakah aku sanggup mencapai cita-cita.  Cita-cita, hah.. dulu pas jamane aku masih duduk di bangku Aisyiah juga di tanya begitu sama bu guru. Dan tahukah jawaban apa yang keluar dari celotehanku kala itu. “Dokteellllll.... holeee........” hahahaha.. Berbeda tentunya ketika aku ditanya hal yang sama pas jamane  aku sekolah SMP, “menjadi orang yang sukses..!!” Yoha...sebuah kalimat beruntun dan tak jauh berbeda dengan teman lainya yang ditanya mengenai cita-cita. Lalu Sedikit berpikir lagi dalam sebuah training motivasi, aku harus menuliskan Cita-citaku dan harus mengucapkannya LANTANG didepan peserta yang lainnya, agak malu juga, tapi mungkin ada baiknya. Aku sudah sedikit tertarik dalam satu bidang kala itu. Dengan mata terpejam dan selembar kertas kupegang, aku teriakkan.....” Aku Ingin Menjadi Ahli IT ”. Huuuuhh....Lega rasanya...!!
            Berbeda lagi soal mimpi, aku bermimpi ingin Terbang ke London, pergi mengembara menikmati kehidupan yang berbeda, saat itu aku tengah termotivasi dengan keinginan belajar English. Haha.. namanya juga abege. Labil.
            Dan saat ini, sedikit benar apa yg ku citakan ada wujudnya. Nyremped. Sekarang aku bekerja pada tempat yang tak jauh berbeda dengan yang namanya IT. Sebut saja komputer, hampir tiap hari mataku tak hengkang dari mengikuti jalanya corsor yang asyik kugoyangkan. Malah, hasilnya meluas ke berbagai sarana. Kamera DSLR, Kamera Shoting, hingga menyoal cetak-mencetak. Sayangnya, kepuasan batin belum aku rasakan sampai detik ini. Mungkin memang belum saatnya kali. Syukuri saja, apa salahnya.
Alhamdulillahirobbil ‘ alamin.
            Sebenernya nggak cuma sampai disitu hal yang pernah ku citakan. Pernah juga sempet pengen jadi Penulis, Penyiar Radio, Pemain Teater, dll. Satu fundamen yang menjadikan keinginanku ada. Haha...dengan Percaya Diri Tinggi aku merasa bahwa aku mempunyai bakat terpuruk, terpendam, dan tertinggal dalam diri. Yah..itu alasannya. Percaya Diri Itu penting, iya to...??

Berhubung sudah adzan Isya..jadi..ya..to be continue...God Willing.

Kamis, 20 Oktober 2011

Dan Kini....

DDan Kini.... 



Beranjak dari satu masalah, meningkat menjadi suatu problematika kehidupan, ditambah dengan suka duka bersosialisasi. Yah...itulah yang namanya hidup, selalu ada masalah. Dan satu hal yang selalu dituntut untuk bisa mengatasi atau paling tidak menyelaraskan, Dewasa, ya..Kedewasaan...

Tumbuh dari keluarga sederhana, dengan tiada khasnya, berjalan seperti biasa, layaknya.


Huft..hidup ini pilu, jika Ku menampik semua rasa Syukurku
Hidup ini gersang, jika ku tak  sedikitpun membasahinya dengan siraman iman.
Hidup ini...sepintas hanya mencari jalan mana yang benar...
Dan kehidupan sebenar-benarnya....akan ku awali...
dengan persiapan yangg tiada siapnya...


Lalu..sampai kapan???



 

Senin, 28 Februari 2011

Terinspirasi dari "KAMBING JANTAN"

apa???

heran??

kenapa??

aneh??...eits, bukan kambing "embe" bandot beneran kali. Tau Raditya Dika kan? iyaa..bener banget. Yang maen film "KAMBING JANTAN-sebuah film pelajar bodoh". menurut gua (nah..udah mulai keliatan kan apa yang gua ambil dr kambing jantan), memang bener sih blog emang buat diary-salah satunya-, inget ya, diary, bukan diare. ini gua lagi nulis diary, nah..dan yang ini gua lagi diare (fotonya bayangin aja sendiri..ya..).Banyak inspirasi yang muncul ketika gua nonton tuh pilem, tak jentrengin satu persatu nih :

yang pertama :
1. gak salah kan "gua"?
 Emang paling enak tuh ngomong pake "gua", iya..kan? ya..bukan maksud sombong atau so'-so'an, tapi gua ngrasa enak aja gitu makenya. daripada gua make aku, saya, atau bahkan penulis, ana, dsb lah. Hahaha...."gua gitu lhoohh,,", coba kalo pake yang laen,misal.."Penulis gitu loh", "Saya Gitu Loh"...eh, enakan "gua", pa "Gue" ya?
lah..gue aja lah..!! So, judul diatas ntar mbacanya 1. gak salah kan "gue"?
hehehehe...

2. Nulis, sesuatu yang bukan gue banget..!!


setelah dipikir2, nilis tuh emang satu aktivitas yang menyenangkan, kalo bagi gue sih nulis ya sg sarana numpahin unek2 yang ada dipikiran gue, biar gak "jemod" nih otak. tul gak sob?



Baru sekrang2 ni aja napsu nulis gue muncul lagi, setelah beberapa abad musnah bak ditelan bumi (alay), hahaha..Berarti lu penah suka nulis dong zun? (pura2 ada yang nanya)

ya iyaalaah......(jawabku)

heem, emang dulu pas jamanya gue masih sering pake seragam putih abu-abu gue sempet sering nulis-nulis gitu, ya walaupun cuma nulis di diary. eh, ngomong2 soal diary gue jadi inget si KAMBING JANTAN LAGI nih...

Seiring perkembangan teknologi, ya cara nulis pun harus berkembang dong mengikuti zaman, maka dari itu gue lagi mencoba nih nulis di halaman yang namanya "blog", ya walopun blog udah lama muncul, itu artinya blog juga bukan barang baru kan..??

Tak masalah bagi gue, yang terpenting gue ada sarana wat nulis2.


Kamis, 17 Februari 2011

Banyak Wanita Masuk Neraka? Lelaki Lebih Banyak Lagi Dong!

Bismillah. Ada suatu hadits Nabi SAW yang menyebutkan bahwa wanita akan lebih banyak berada di neraka. Hadits ini bila dibaca sepintas seakan seperti hiburan bagi kaum lelaki, bahwa “walau bagaimana” toh jumlah mereka akan lebih sedikit dari pada kaum perempuan di neraka sana. Tulisan ini mencoba menjawab pertanyaan itu dan memberikan gambaran bahwa lelaki lebih potensial untuk masuk neraka.
KITA MULAI, TAPI JANGAN MARAH. PENULIS JUGA LELAKI
Ketahuilah bahwa, satu orang wanita masuk neraka di sana, maka dia bisa menyeret 5 orang lelaki untuk masuk ke dalamnya.
Jadi hadits itu sebenarnya bukan semacam hiburan bagi kaum lelaki, tetapi sebuah peringatan keras, sekaligus mempertanyakan peran kepemimpinannya di dunia ini !!!!
Dalam sebuah keterangan disebutkan bahwa di akhirat kelak, ketika seorang wanita mau diseret ke neraka, dia mengadu pada Allah.
“Ya Allah, saya tidak rela Engkau masukkan saya ke Neraka, saya menjadi demikian dan demikian, karena ayah saya tidak pernah mendidik saya agama, tidak peduli dengan perkembangan tindakan saya, padahal dia pemimpin keluarga. Kalau pun Engkau hendak masukkan saya ke Neraka juga, bagaimana dengan bapak saya yang membiarkan saya begini dan begitu di dunia ??”
Kemudian sang Ayah ditanyai Ilahi tentang sejauhmana peran keayahan mereka selama di dunia, bila benar pengakuan si wanita tadi, maka masuk pula lah sang Ayah ke dalam barisan yang akan diseret ke jahannam.
Apakah si wanita tadi rela dengan masuknya sang Ayah dalam barisan untuk menyertainya ke neraka ??? Tidak ! dia berseru lagi.
“Ya Allah, saya tetap keberatan untuk masuk neraka, didunia hidup saya di bawah kepemimpinan suami saya, sedang dulu dia tidak mendidik dan mengajari saya untuk dekat kepadaMu dan mengerti perintahMu, kalau Engkau hendak masukkan juga saya ke Neraka, bagaimana dengan suami yang Engkau Amanahi untuk membimbing dan mempertanggung jawabkan hamba ketika di dunia ?”
Sang suami kemudian di panggil, lantas ditanya, mengapa kau biarkan isterimu demikian dan demikian ??? Bila benar dakwaan sang isteri, dalam arti memang sang suami dulu
kerjanya cuma, mengganggu isterinya saja. Lagi enak enak tidur dibangunin, sudah bangun terus ditidurin lagi, tidak ada pendidikan maupun nashihat, maka masuklah sang suami ke barisan calon neraka. Puaskah sang wanita tadi dengan suami dan ayah yang bersamanya ?? Tidak ! dia akan berteriak lagi :
“Ya Allah, saya tidak mau dimasukkan ke neraka, saya punya Abang, yang seharusnya memperhatikan dan membimbing saya, tapi hari hari dia hanya memikirkan dirinya sendiri, dia tidak mendidik saya, bahkan membiarkan saya dipinang lelaki yang juga membiarkan saya dalam kebodohan, tidak mengerti agama,tidak faham kehendakMu. Kalau Engkau seret saya juga ke neraka, maka bagaimana dengan Abangku yang membiarkan ku demikian dan demikian ???”
Abangnya kemudian dipanggil, ditanya, benarkah dakwaan adikmu yang perempuan tadi ?? Bila ternyata benar, maka masuk pulalah sang abang dalam barisan neraka tersebut. Puaskah ia dengan ayah, suami dan abangnya menemaninya di barisan itu ???
Tidak ! Dia akan berteriak lagi :
“Ya Allah, saya punya anak lelaki, 9 bulan saya susah mengandungnya, sakit hamba melahirkannya, luka susu hamba digigitnya, hamba suapi dia, besarkan dia …. Tapi setelah dia baligh, setelah dia pergi kemana mana menuntut ilmu, dia tinggalkan hamba dalam kebodohan hamba, dia biarkan ibunya tak mengenal agama, dia hanya memperhatikan isteri dan anaknya saja. tenggelam dalam kesibukannya, sendiri. Kalau Engkau masukkan juga hamba, maka bagaimana anak hamba yang Engkau wajibkan untuk berbakti kepada orang tuanya ????”
Sang Anak dipanggil dan ditanyai, benarkah dakwaan ibunya tadi ? Bila benar, dalam arti sang anak memang membiarkan ibunya, tak memberi masukan seperti Nabi Ibrahim pada orang tuanya (Yaa
Abati qod ja-aa-ni minal ilmi, tat tabi’ni, ahdika sirothon sawiyya
, wahai bapakku, telah datang kepadaku ilmu yang tidak sampai kepadamu, ikutilah aku, ku bimbing engkau ke jalan
yang lurus, Nah bila anak memang “abai” pada ibunya, maka si anak lelaki tadi pun dimasukkan
pula ke barisan menuju Neraka tersebut.
Puaskah sang wanita tadi dengan ayah, suami, abang dan anak lelakinya ??? Tidak !! Ia akan berteriak lagi :
“Ya Allah, engkau jadikan lelaki sebagai penguasa yang memimpin suatu bangsa. Dan mereka yang menguasai kami, kaum lelaki yang memimpin kami, telah membiarkan kami terperosok dalam
suasana yang membuat kami, kaum wanita, mudah berdosa. Kalau Engkau masukkan juga saya ke neraka, bagaimana dengan lelaki yang menjadi penguasa di antara kami ???”

Maka Allah akan panggil lelaki yang memerintah bangsa dimana si wanita tadi berada, kemudian ditanyai mengenai tanggung jawab kepemerintahannya. Dan bila dakwaan si wanita tadi benar, maka masuklah lelaki ini pun ke dalam barisan tadi.
setelah itu barulah wanita tadi, rela dengan keputusan ilahi untuk memasukkannya ke Neraka ….bersama sama dengan 5 orang dari fihak lelaki tadi.
Benar bahwa wanita banyak yang masuk Neraka. Kalau wanita saja sudah sebanyak itu, maka
bagaimana dengan kaum lelaki yang seharusnya memimpin mereka pada jalan kebenaran ? Nah pembaca mari kita sikapi tulisan ini dengan hati dingin tetapi mari kita putar otak kita supaya itu terhindar dari kita. Penulis banyak mempunyai anak perempuan yang menjadi tanggung-jawab. Ya Allah bantu kami semua untuk menghadapi hidup yang tidak mudah meskipun tidak sulit ini.. aamin.
Sumber: modifikasi dari Taaruf Palembang

Sabtu, 12 Februari 2011

Pelatihan Video Anak Ke-2 "Ohh....Beginilah Rasanya"

Pagi Yang Ceraah....suatu suasana yang indah untuk memulai aktivitas.
dan kala itu juga, pagi memang cerah. Matahari nampak sedang beriang gembira. Mungkin matahari juga senang dengan apa yang akan dilakukan anak-anak pagi ini. Matahari mungkin juga senang melihan keceriaan anak-anak dengan dunianya.


 Ini bukan acara pertama kali, karena memang ini acara sesion ke 2, masih lanjutan dari kegiatan Pelatihan Video bagi Anak sekitar 4 bulan yang lalu. sekilas, mereka nampak have fun dengan kegiatan ini. Anak-anak yang notabenenya tinggal didaerah terpelosok dari metro itu, kini mendapatkan sebuah pengalaman  yang bagi umumnya mereka mungkin - adalah hal yang sulit untuk didapatkan . rasa terima kasih pun mungkin sudah berkali-kali diungkapkan mereka ada pihak yang telah membantu mereka mendapatkan ini semua. termasuk saya, pun berterimakasih kepada pihak yang telah membaurkan saya dengan anak-anak itu.

Antusias mereka masih dipertanyakan ketika sesi pembukaan dimulai. mungkin dalam benak mereka belum terbayangkan kegiatan macam apa ini. Setelah instruktur mulai mengarahkan, barulah pikiran-pikiran aktiv serta ide-ide kreatif mereka keluar dari sarang kebimbangan. Sempat grogi juga saat tiba suaraku dipaksakan keluar untuk mengatur kelompok mereka. tapi, ahh...ini harus cepet2 diatasi!....and then....berjalan sesuai yag diharapkan. untung saja, peranku lebih banyak mengawasi dari pada memberi petuah-petuah yang jelas itu hal yang agak sulit untu seorang pemula seperti saya (dalam dunia video).


Tiba saatnya preview screening. dan hasilnya???

Subhanallah.....

Wuuiiiiihh.......

jooosss...lah..

Manchhaaaappphh....



semua kata-kata simbolis kesalutan keluar dari para penonton..
memang, mereka tergolong manusia-manusia berbakat.


Ya sudah..kita akhiri saja dengan bergembira lagi..menikmati alunan musik berirama khas...arisan..






Kamis, 23 Desember 2010

NGALAP REZEKI.....??? ini salah satu kiatnya..

Mensyukuri Segala Nikmat..Penting Gan..!!

Tiada kenikmatan -apapun wujudnya- yang dirasakan oleh manusia di dunia ini, melainkan datangnya dari Allah Ta'ala. Oleh karena itu, Allah Ta'ala mewajibkan atas mereka untuk senantiasa bersyukur kepadanya yaitu dengan senantiasa mengingat, bahwa kenikmatan tersebut datangnya dari Allah, kemudian ia mengucapkan hamdalah dan selanjutnya ia menafkahkannya di jalan-jalan yang diridhai Allah. Orang yang telah mendapatkan karunia untuk dapat bersyukur demikian ini, akan mendapatkan keberkahan dalam hidupnya, sehingga Allah akan senantiasa melipatgandakan untuknya kenikmatan,
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
"Dan ingatlah tatkala Tuhanmu mengumandangkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih." (Qs. Ibrahim: 7).
Dan pada ayat lain Allah Ta'ala berfirman,
وَمَن شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ
"Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya ia bersyukur demi (kebaikan) dirinya sendiri." (Qs. an-Naml: 40).
Imam al-Qurthuby berkata, "Tidaklah manfaat syukur akan didapat selain oleh pelakunya sendiri, di mana dengannya ia berhak mendapatkan kesempurnaan dari nikmat yang ia dapat dan nikmat tersebut akan kekal dan ditambah. Sebagaimana syukur juga berfungsi untuk mengikat kenikmatan yang telah didapat serta menggapai kenikmatan yang belum dicapai." (Tafsir al-Qurthuby, 13/206).
Sebagai contoh nyata,
لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آيَةٌ جَنَّتَانِ عَن يَمِينٍ وَشِمَالٍ كُلُوا مِن رِّزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ {15} فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْنَاهُم بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَى أُكُلٍ خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَيْءٍ مِّن سِدْرٍ قَلِيلٍ
"Sesungguhnya bagi kaum Saba' ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Kepada mereka dikatakan), "Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun. Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon atsel (cemara) dan pohon bidara." (Qs. Saba': 15-16).
Tatkala kaum Saba' masih dalam keadaan makmur dan tentram, Allah Ta'ala hanya memerintahkan kepada mereka agar bersyukur.  Ini menunjukkan bahwa dengan syukur, mereka dapat menjaga kenikmatan mereka dari bencana, dan mendatangkan kenikmatan lain yang belum pernah mereka dapatkan.
Penulis: Ustadz Dr. Muhammad Arifin Baderi, M.A

Minggu, 28 November 2010

Remaja Vs. Ortu Nakal...

oke, Bismillah....
sebelum ente pade mbaca kuitipan elfata edisi tersebut di Link, saya hanya ingin memberi pengantar sejenak.
begitu membaca judul diatas, "Remaja VS ORTU NAKAL"..
coba, apa yang ada dalam pikiran ente pade?
 baiklah, tak usah disebutkan, mungkin jawaban kita rata-rata sama. kalo versii saya, seorang anak yang kiranya sudah tumbuh menjadi remaja, yang dalam masa itu seharusnya mendapat perhatian yang ekstra dari sang Ortu, tapi dengan kondisi ortu yang, (haiah) tidak diharapkan mempunyai sifat-sifat seperti itu. mungkin karena pemabung, peng-royal, ataupun berbagai sisi negatif lainnya.
berikut pembahasan langsung dari kutipan saya :

Bukan sesuatu yang kita inginkan atau pilih bila ternyata keluarga kita berantakan, ortu tak shalih atau ahli maksiat. Karena siapa pun pasti menginginkan hal yang baik-baik. Namun, realita orang tua ahli maksiat sangat mungkin dihadapi oleh sebagian dari kita, para remaja. Jika tak pandai-pandai menyikapi kenakalan orang tua, bisa saja seorang anak terjebak pada kemaksiatan juga. Yaitu dosa durhaka pada kedua orang tua. Wow, tentu ini sesuatu yang mengerikan. Mungkin saja ortumu hobi mabuk-mabukan, judi, atau syirik bukan berarti melegalkan anak untuk berbuat durhaka. Sedahsyat apa pun kenakalan orang tua, tetap saja seorang anak harus berbuat baik pada orang tua. Nah, bagaimana sikap yang benar saat menghadapi ortu yang hobi maksiat? Ada dalam lembaran majalahmu ini. Jangan ketinggalan simak juga bahasan-bahasan lain yang tak kalah menariknya. Tidak lupa segenap kru elfata turut berduka atas musibah yang bertubi melanda negri ini, baik di daerah sekitar Merapi, Mentawai atau daerah yang lain. semoga Allah segera menghilangkan dan menjauhkan berbagai bencana dari negri ini

Selasa, 24 Agustus 2010

TITIK AWAL BAGI SANG WIRASWASTAWAN MUDA.....it's tired,,,but Nice..

Bismillah...
iZinkan aku sekali lagi menorehkan Kisah...(ntah apa nanti tepatnya)
Izinkan aku tuk menyingkirkan sementara tulisan-tulisan tentang Ilmiah, Agama, Ilmu, dsb.
karna kali ini,,,seribu tautan tentang perjalanan menuju sukses (kata muslimin) akan aku umbar, seumbar - umbarnya. dan semoga..ini menjadi istimewa...

24 Juli...2009..
belum genap sebulan aku dinyatakan sebagai alumnus ALNEGO,,
memutuskan untuk mendedikasikan diri dalam sebuah tempat, wadah untuk mengembangkan diri sekaligus memulai, salah satu tujuan hidup.

Bertarung dengan kebingungan yang berkecamuk, awalnya, antara hasrat ingin seperti kebanyakan pelajar yang telah hengkang dengan predikat LULUSnya, dengan keterpurukan naluri ketika diambang keterbatasan materi. Ya, inilah yang sempat membuatku gundah kala ini.
Sampai pada Akhirnya, Allah memberiku petunjuk untuk hal yang seperti ini aku alami, dan hati ini pun mengatakan hal serupa. Oke, aku jalani dulu cara ini, memilih mengumpulkan materi dan pengalaman lebih untuk kehidupan yang bebas ini.
Segala persiapan telah kuselesaikan, berbayang serasa ingin merantau sampai keluar Negeri, dan malah..
memang lebih baik disini, rumah kita sendiri.dan lingkungan pun medukung keputusanku..saat itu.
Bismillah,,aku Mulai Berkarya...!!!

Bulan Pertama ( ..pahiiiit...)

Seperti layaknya seorang karyawan biasa,,,bulan pertama atau bahkan 3 bulan pertama, biasanya merupakan hal terpahit yang harus ditelan bulat-bulat. Entah karena harus melalui masa training yang membosankan, juga karena harus cepat beradaptasi. Alhamdulillah, aku termasuk cepat dalam beradaptasi. Mungkin juga karena Abang ngepush Aku secara cepat, gak tangung-tanggung. Dan benar saja, kala menerima petuah2, tausyiah2, pecutan2 dari abang, aku agak sedikit kaget juga, baru kali ini aku nemuin orang macam beliau..(heheheh).
Tapi ada satu yang bner2 aku camkan pada masa itu,,( tenang saja, ini tidak aka selamanya, cepat atau lambat pasti akan berjalan sesuai dengan keinginan - amin).. 



 Meloncat Ke Berbagai Aktifitasku


Design Grafish, Digital Printing, Dan Photografy..
Ya, ketiga hal tersebut sekarang sudah sangat dekat bagiku...
memang, dari dulu aku memang sudah suka dengan dunia Komputer dan berbagai Aplikasinya, begitu pula dengan Motret, yah..walopun hanya sekedar Memotret dengan Pocket Camera untuk acara disekolah, tapi itu sudah cukup membuatku senang.
 Dulu, waktu disekolah, ada satu pelajaran yang sangat saya nantikan, bukan pelajaran sih, tapi materi. Ya, Materi sebuah Program CorelDRAW yang sangat sayu tunggu-tunggu untuk sedikit saja ditularkan. Dan sekarang, di Tempat ini, sepuas hati , dengan kepuasan serta memboyong kata "akhirnya" aku menjatuhkan diri pada kebiasaan menyentuh program tersebut.
Dan satu lagi, dulu gak ada bayangan sama sekali, akan memegang sebuah kamera sang Photografer "temenan", wong moto pake kamera Pocket aja udah seneng, apa lagi sekarang, diajarin dengan detailnya cara2 dan teknik pemotretan dengan kamera yang disebut "DSLR".

Jumat, 20 Agustus 2010

Perjalanan Kisah Sang Peraih Cinta *Part 1

Assalamu'alaikum.Wr.Wb.
Bismillahirrahmanirrahim.
inilah kisah hidupnya...inilah kisah cintanya..dan inilah pelik perjuangannya...
untuk meraih satu asa, keinginan setiap insan, yang juga untuk menyempurnakan separuh dari agamanya..

(bersambung, insya Allah)

Minggu, 15 Agustus 2010

Cubaan Dunia

WANITA!!!

hah..cukup itu dulu yang membuatku terlalu pusing ketika terlalu terkait dengan dunia diantara itu.
Mulai dari tingkah lakunya yang kadang bikin Nek, malah sampe jadi gondok..
sampe pada sikapnya yang kadang, "aneh-aneh" kalo aku bilang.
yang kadang susah ditebak, gak konsisten, terlalu berperasa, ato apalah itu..
Jangan duli aku dipusingkan dengan HARTA, apalagi TAHTA.
inilah cubaan dunia,, 
dunia yang mencuba, dunia yang mulai meraba kedalam sendi2 hati manusia...

mungkin menjaga adalah cara yang paling evectif untuk saat ini.
begitulah..

(eh, yang ngrasa jadi wanita, maapin mumtaaz yah??

Kamis, 05 Agustus 2010

hanya tak ingin terlepas...

hanya tak ingin terlepas..

itu saja..

begitu sulitkah??
terlalu tinggikah harapan itu??

Jumat, 16 Juli 2010

kutipan dari Elfata online

ImageSaat berbicara tentang masalah dakwah,  sebagian di antara kita berpikir bahwa masalah yang dibicarakan terletak begitu jauh, seperti dakwah di Cina, India, atau Papua.  Bahkan tak terpikir bahwa masalahnya ada begitu dekat bahkan berada di bawah telapak kaki kita sendiri. Problematika dakwah pertama yang perlu diselesaikan adalah bagaimana membawa diri dan jiwa kita kepada kebenaran itu sendiri. Inilah dakwah yang terbesar. Begitu pula bertobat dari dosa dan maksiat, menambah amalan shalih, serta menjaga amalan-amalan sunnah.  Munculkan pada jiwa untuk  bertobat dari terus menerus meninggalkan amalan nafilah dan amalan yang bernilai sunnah. Bertobat dari malas-malasan mengerjakan sunnah rawatib.  Bertobat dari lemah dalam mendapatkan shaf pertama, bertobat dari meninggalkan Al Quran. Bertobat dari sedikitnya berdzikir pada Allah.  Bertobat pada Allah dari membuang waktu pada hal yang tak berguna. Ya, ajaklah jiwa untuk hal tersebut terlebih dahulu.
Selanjutnya, disamping memperbaiki diri, kita memulai untuk memperbaiki keluarga. Baik itu orang tua, istri-suami, anak-anak, dan kerabat kita . Seperti firman Allah,
“ Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat,..” (Asy Syu’ara: 214)
Begitu juga kita berupaya memberikan kontribusi dakwah bagi kerabat dan saudara, misalnya  dalam pertemuan pekanan atau bulanan. Demikian pula membantu tetangga satu desa, kampung atau perumahan untuk menjalankan shalat fardhu. Ini memang langkah yang begitu panjang, namun jika kita mau menempuh maka akan membuahkan perbaikan pada masyarakat secara umum.
Untuk merealisasikan itu semua, kita membutuhkan dua perkara yang penting:
Pertama: Santun dan Lemah Lembut. Kelemahlembutan bila berada pada sesuatu perkara akan membuatnya menjadi indah. Allah berfirman tentang Nabi Muhammad,
“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.”  (At Taubah: 128)
Kedua: Terus menerus dan Kontinu. Karena ada sebagian orang yang awalnya giat berdakwah namun kemudian berhenti. Padahal dakwah tidak boleh demikian. Dakwah harus berjalan terus dan tegak sampai sang dai mati. Nabi Nuh Alaihis salam memiliki umur yang panjang hampir seribu tahun, dan beliau terus berdakwah. Demikian pula Nabi Muhammmad, dalam beberapa tahun dakwah yang mengikuti baru satu atau dua orang saja, namun beliau tidak lemah, tidak mundur dan tidak juga berhenti dalam berdakwah. (*)

Dialihbahasakan dengan sedikit perubahan dari kaifa akhdamul Islam oleh Abdul Malik bin Qashim

Search

Bookmark Us